Jejak Digital Dosen UII yang Hilang Terakhir Berada di Istanbul

Dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Ahmad Munasir Rafie Pratama

Minggu, 19 Februari 2023 – 06:33 WIB

VIVA Nasional – Dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Ahmad Munasir Rafie Pratama dikabarkan hilang di Turki usai melakukan perjalanan dari Oslo, Norwegia. Rafie dikabarkan hilang kontak sejak 12 Februari 2023.

Rektor UII Fathur Wahid mengatakan jika Ahmad dipastikan sudah berada di Istanbul, Turki. Hal ini berdasarkan pencarian yang dilakukan oleh Tim Pusat Krisis UII.

“Penggalian jejak digital memastikan bahwa AMRP sudah meninggalkan Oslo, Norwegia dan sudah berada di Istanbul, Turki. Selain rekaman aktivitas sign out Google Drive yang terjadi pada 13 Februari 2023 pukul 03.57 waktu setempat, kami juga menemukan jejak digital lain,” kata Fathul dalam keterangan tertulis, Sabtu 18 Februari 2023.

“Ahmad sempat terhubung Internet melalui koneksi Virtual Private Network edu VPN yang mengarah ke kampus UII. Lokasi aksesnya di sekitar Istanbul, pada sekitar pukul 19.00-23.00 waktu setempat pada 12 Februari 2023,” sambung Fathul.

Fathul menuturkan pihaknya mendapatkan informasi dari KBRI Oslo yang menegaskan temuan jejak digital ini. Pihak Kepolisian di Oslo, kata Fathul, memastikan bahwa catatan pihak imigrasi di bandara Oslo menunjukkan bahwa Ahmad sudah tidak berada di wilayah Schengen pada 12 Februari 2023.

“Sampai saat ini, kami belum dapat memastikan apakah Ahmad sudah meninggalkan Istanbul dan menuju Riyadh. Informasi status boarding yang masih kami tunggu dari Turkish Airline, akan mengungkap dengan lebih jelas,” tutur Fathul.

Fathur membeberkan ikhtiar lain yang dilakukan oleh UII adalah meneruskan komunikasi dengan KBRI di Oslo dan KJRI Istanbul yang sudah berkoordinasi dengan otoritas setempat.

Halaman Selanjutnya

“Selain itu, kami juga mengajukan permohonan perlindungan AMRP melalui Pelayanan dan Pelindungan WNI di Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri RI, dan mengirimkan surat kepada Sekretaris NCB-Interpol Indonesia untuk menerbitkan Yellow Notice untuk pencarian orang hilang,” tutup Fathur.

img_title

Sumber: www.viva.co.id