KPK Duga Bupati Mamberamo Tengah Nikmati Hasil Suap Rp200 Miliar

Ketua KPK Firli Bahuri merilis kasus Bupati Memberamo Tengah, Ricky Ham

Senin, 20 Februari 2023 – 22:04 WIB

VIVA Nasional – Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak (RHP) pasca diciduk di Papua. KPK menduga, Ricky menikmati aliran uang suap, gratifikasi dan pencucian uang hingga Rp200 miliar.

Penahanan terhadap Ricky dilakukan setelah KPK melakukan penangkapan pasca ia buron sejak Juli 2022.

“Sejauh ini terkait dugaan suap, gratifikasi dan pencucian uang yang dinikmati RHP sejumlah Rp200 miliar. Dan, hal ini terus didalami dan dikembangkan oleh tim penyidik,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di kantor KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin, 20 Februari 2023.

Firli menjelaskan, Ricky yang menjabat Bupati Mamberamo Tengah, Provinsi Papua selama dua periode diduga banyak mengerjakan proyek pembangunan infrastruktur. 

Menurut dia, dengan kewenangan sebagai Bupati, Ricky Ham diduga menentukan sendiri para kontraktor yang nantinya akan mengerjakan proyek dengan nilai kontrak pekerjaannya mencapai belasan miliar rupiah. 

“Syarat yang ditentukan RHP, agar para kontraktor bisa dimenangkan antara lain dengan adanya penyetoran sejumlah uang,” kata Firli.

Halaman Selanjutnya

Adapun menurut dia, sejauh ini ada tiga kontraktor yang diduga terlibat suap dan gratifikasi terhadap Ricky Ham. Mereka yakni Direktur PT Solata Sukses Membangun, Marten Toding; Direktur Utama PT Bumi Abadi Perkasa, Jusieandra Pribadi Pampang; Direktur Utama PT Bina Karya Raya/Komisaris Utama PT Bumi Abadi Perkasa, Simon Pampang.

img_title

Sumber: www.viva.co.id