Kritik Muhammadiyah Egois, Profesor BRIN Thomas Djamaluddin Minta Maaf

Peneliti senior BRIN Thomas Djamaluddin (kiri).

Rabu, 26 April 2023 – 08:31 WIB

VIVA Nasional – Peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Profesor Thomas Djamaluddin meminta maaf kepada warga Muhammadiyah atas kritiknya terhadap kriteria wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah dalam menentukan awal Syawal atau Idul Fitri 1444 Hijriah.

Kritik Thomas Djamaluddin yang menyebut kriteria wujudul hilal yang dipakai Muhammadiyah sudah usang secara astronomi itu juga memicu seorang peneliti BRIN lainnya yakni Andi Pangerang Hasanuddin menebar ancaman akan membunuh warga Muhammadiyah gara-gara perbedaan hari raya dengan pemerintah. 

“Dengan tulus saya memohon maaf kepada Pimpinan dan warga serta teman-teman Muhammadiyah. Semoga kesatuan ummat bisa segera terwujud,” kata Thomas Djamaluddin dalam postingannya di Instagram pribadinya, dikutip Rabu, 26 April 2023.

Thomas mengatakan permintaan maaf tulusnya itu dilatarbelakangi atas sikap kritisnya pada kriteria wujudul hilal yang dianggapnya usang secara astronomi. Juga sikap ego organisasi yang dianggapnya telah menghambat dialog menuju titik temu.

Anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag Prof Thomas Djamaluddin

Anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag Prof Thomas Djamaluddin

Ia menegaskan tak ada kebencian atau kedengkian pada Muhammadiyah. Mantan Kepala LAPAN itu justru memuji Muhammadiyah sebagai aset bangsa yang luar biasa. “Niat saya hanya mendorong perubahan untuk bersama-sama mewujudkan kesatuan umat secara nasional lebih dahulu,” ujarnya

Thomas mengakui sering mengulang-ulang penjelasannya setiap ada perbedaan hari raya. Ia mengingatkan bahwa perbedaan itu mestinya bisa diselesaikan bukan dilestarikan.

Halaman Selanjutnya

“Sekali lagi saya mohon maaf dengan tulus kepada pimpinan dan warga Muhammadiyah atas ketidaknyamanan dan kesalahfahaman yang terjadi,” ungkapnya

img_title

Sumber: www.viva.co.id