Letjen Bambang Kasih Kabar Terbaru soal TNI yang Gugur Kontak Tembak sama Teroris Papua

Ilustrasi Korban penembakan saat dievakuasi di Papua

Senin, 17 April 2023 – 19:37 WIB

VIVA Nasional – Kasum TNI, Letjen TNI Bambang Ismawan mengungkap kendala yang dihadapi untuk mengevakuasi satu orang prajurit TNI Pratu Miftahul Arifin, yang tewas akibat kontak tembak dengan kelompok separatis teroris (KST) Papua di Mugi-Man Kabupaten Nduga, Papua, pada Sabtu, 15 April 2023.

“Sampai tadi siang belum bisa diambil karena memang di sana cuacanya tidak menentu, kadang-kadang satu hari hanya dua jam cerah abis itu tertutup kabut,” kata Bambang di Halaman Monas pada Senin, 17 April 2023.

(Ilustrasi) Anggota KKB Papua.

(Ilustrasi) Anggota KKB Papua.

Sehingga, kata dia, helikopter yang ditugasi untuk melakukan

evakuasi terhadap prajurit Pratu Arifin mengalami hambatan cuaca yang tidak bagus di lokasi tersebut.

“Jadi, untuk pengambilan jenazah helikopter kan kita tidak bisa langsung merapat. Karena memang di samping cuaca, medannya bukan medan datar. Ya itu memang kendala utama,” ujarnya.

Pilot Susi Air, Kapten Philips Max Mehrtens disandera KKB Papua.

Pilot Susi Air, Kapten Philips Max Mehrtens disandera KKB Papua.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Pusat Penerangan TNI, Laksda TNI Julius Widjojono, mengklarifikasi mengenai kabar bahwa 6 anggota TNI gugur dalam kontak tembak dengan kelompok separatis teroris Papua, yang terjadi di Mugi-Man Kabupaten Nduga, Papua, pada Sabtu, 15 April 2023. 

Dia mengatakan, dalam kontak senjata tersebut yang sudah pasti gugur adalah seorang prajurit TNI atas nama Pratu Miftahul Arifin. 

“Sampai pukul 14.03 WIB, informasi yang saya terima secara fisik baru satu orang, hanya satu orang atas nama Pratu Arifin (Miftahul Arifin),” kata Julius dalam konferensi pers di Mabes TNI pada Minggu, 16 April 2023. 

Kapuspen TNI Laksda Julius Widjojono Dalam Keterangan Persnya

Kapuspen TNI Laksda Julius Widjojono Dalam Keterangan Persnya

Photo :

  • VIVA/ Mohammad Yudha Prasetya

Dia mengaku, pihaknya belum mendapatkan informasi yang lain karena kesulitan untuk mencapai lokasi akibat cuaca yang tidak menentu. Saat ini kendala yang dialami prajurit adalah kondisi cuaca yang kurang bagus. 

“Saya mohon kepada rekan media untuk mengacu informasi yang kami berikan. Karena Panglima TNI selaku komando utama untuk operasi ini, dan perintahnya sangat jelas, jangan ragu ambil tindakan,” ujarnya.

Diketahui, sebelumnya Julius juga telah menyampaikan rasa duka cita dari Panglima dan segenap jajaran TNI, atas gugurnya salah satu personel TNI dalam kontak tembak yang terjadi di Mugi-Man Kabupaten Nduga, Papua, pada Sabtu, 15 April 2023. 

“Panglima TNI turut berduka cita atas gugurnya prajurit terbaik TNI atas nama Pratu Miftahul Arifin, yang gugur pada 15 April 2023 pukul 16.30 WIT,” kata Julius.

Kontak senjata itu dalam rangka upaya pembebasan pilot Susi Air yang ditawan kelompok tersebut. Dia menambahkan, kondisi prajurit yang lainnya saat ini masih ada di beberapa lokasi. Mabes TNI diakuinya tengah kesulitan untuk menghubungi seluruh prajurit tersebut, karena kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Untuk itu, Panglima TNI secara terus-menerus memerintahkan untuk melakukan pencarian dan bantuan tempur, dengan kekuatan maksimal,” ujarnya.

Sumber: www.viva.co.id