Menkumham soal KUHP Baru Demi Loloskan Ferdy Sambo dari Vonis Mati: Gila Cara Berfikirnya

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly

Kamis, 16 Februari 2023 – 18:19 WIB

VIVA Nasional – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly turut membantah terkait Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) disahkan karena ingin meloloskan Ferdy Sambo dari hukuman atau vonis mati kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Yasonna menegaskan bahwa KUHP itu telah dibahas untuk disahkan dari beberapa waktu lalu.

Adapun bunyi pasal 100 KUHP Nasional mengatur adanya masa percobaan selama 10 tahun bagi terpidana hukuman mati. Jika ia terbukti berkelakuan baik maka hukumannya bisa diganti seumur hidup.

“Aduh itu dibahas jauh sebelum ini. Jadi itu berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi,” ujar Yasonna kepada wartawan di gedung merah putih, Kamis 16 Februari 2023.

Kemudian, Yasonna pun mengecam terkait dengan adanya pernyataan yang menyebutkan bahwa KUHP dibuat karena hanya ingin membebaskan Ferdy Sambo. “Jadi bukan berarti ini jauh sebelum Sambo sudah dibahas, gila aja cara berpikirnya, udah aneh-aneh aja,” ucap dia.

Yasonna mengatakan, ketentuan mengenai masa percobaan 10 tahun bagi terpidana hukuman mati mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Terpidana hukuman mati dinilai harus memiliki kesempatan dan pelaksanaan hukuman matinya tidak absolut.

Halaman Selanjutnya

Sebelumnya, pengacara kondang Hotman Paris menyoroti vonis mati yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap eks Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

img_title

Sumber: www.viva.co.id