Pangdam Hasanuddin Bantah TNI Lakukan Penyerangan ke Polres Jeneponto

Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Totok Imam Santoso.

Sabtu, 29 April 2023 – 07:37 WIB

VIVA Nasional – Pangdam XIV Hasanuddin, Mayor Jenderal TNI Totok Imam Santoso menyebutkan, pelaku penyerangan terhadap Mapolres Jeneponto Sulawesi Selatan bukan berasal dari pasukan TNI AD.

Jenderal bintang dua TNI itu menegaskan bahwa pelaku yang melakukan penyerangan ke markas kepolisian di Jeneponto itu merupakan sekelompok orang tak dikenal (OTK).

Totok menegaskan, sangat kecil kemungkinan jika pasukan TNI AD melakukan penyerangan ke Mapolres. Hal itu lantaran markas TNI AD terdekat dari Mapolres Jeneponto hanya Yonif 726/Tamalatea, namun itu pun membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 jam untuk sampai di lokasi kejadian. Ditambah, pasukan itu sedang masa dikarantina untuk penugasan ke Papua.

“Ada pasukan TNI AD yang terdekat dari Mapolres Jeneponto yakni Yonif 726/Tml, itu jaraknya hanya 2-3 jam perjalanan. Mereka juga agak susah untuk keluar karena dalam kondisi karantina untuk berangkat penugasan operasi di Papua dan tidak ada kegiatan cuti, setiap 2 jam sekali pun dilaksanakan apel pengecekan,” kata Totok dalam keterangan yang diterima, Jumat, 28 April 2023.

Mapolres Jeneponto Sulawesi Selatan Rusak Dilempar Batu dan Bom Molotov

Mapolres Jeneponto Sulawesi Selatan Rusak Dilempar Batu dan Bom Molotov

Adapun dugaan kepada Kodim 1425/Jeneponto, Totok menyebutkan, hal tersebut sangat kecil kemungkinan meski kesatuan itu terdekat dari Polres Jeneponto. Sebab, menurut Totok, separuh kekuatan di Kodim sedang cuti dinas dan sebagiannya sedang melaksanakan pengamanan operasi ketupat bersama Polres jajaran.

“Sementara satuan teritorial terdekat juga ada Kodim 1425 di situ. Tapi itu pun kecil kemungkinan karena mereka terbagi lagi dengan melaksanakan pengamanan operasi ketupat hari raya dan diperbantukan di Polres Jeneponto,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Lebih lanjut, Totok juga menyebut bahwa seluruh senjata pasukan Kodam Hasanuddin saat ini masih berada di gudang senjata. Sehingga, menurut dia, sangat kecil kemungkinan anggota TNI  melakukan penyerangan ke Mapolres Jeneponto.

img_title

Sumber: www.viva.co.id